Antrean Haji Mundur, Jamaah Minta Penjelasan Kemenag

Foto: Istimewa

“Saya jadi bingung bagaimana perhitungan antrian keberangkatan haji dari Kemenag. Harusnya antrian itu maju bukannya mundur”

JAKARTA (inspiratormedia.id) – Antusias masyarakat dalam menunaikan rukun Islam kelima yakni naik haji terbilang cukup tinggi. Hal itu bisa dilihat dari jumlah calon jamaah yang mendaftar ibadah ke Tanah Suci setiap tahunnya selalu meningkat.

Namun, minat masyarakat dalam beribadah haji itu dibatasi dengan kuota yang diberikan pemerintah kerajaan Arab Saudi mengingat kuota global yang juga harus dibagi dengan negara lain.

Dari kuota yang terbatas itu membuat masyarakat harus bersabar menunggu giliran atau antrean yang dikeluarkan oleh Kementerian Agama (Kemenag) RI untuk haji reguler.

Namun, nampaknya perihal antrean haji tersebut terdapat masalah di mana diungkapkan salah seorang jamaah bahwa dirinya merasa ada kejanggalan. Nurhayati (55) jamaah calon haji asal Kota Serang, Banten mengaku antrean dirinya mengalami kemunduran keberangkatan.

“Harusnya antrean itu kan semakin ke sini semakin maju, nah saya malah mundur. Menurut jadwal yang dikeluarkan di situs Kementerian Agama pada bulan Juni, tertera perkiraan keberangkatan saya itu tahun 2035. Tapi ketika bulan September ini saya cek lagi perkiraan keberangkatan malah jadi tahun 2036,” ungkap Nurhayati saat ditemui di Jakarta, Rabu (10/9/2019).

Tangkapan layar situs Kemenag. (dokumen pribadi)

Saya, lanjutnya, jadi bingung bagaimana perhitungan antrean keberangkatan haji dari Kemenag. Harusnya antrian itu maju bukannya mundur.

Nurhayati mengaku dirinya telah menanyakan masalah tersebut ke pihak Kemenag melalui surat elektronik, namun respon yang diberikan belum memberikan jawaban dari rasa keingintahuannya itu.

Lebih lanjut Nurhayati mengatakan, ia akan meminta bantuan kepada putranya yang berada di Jakarta untuk mendapatkan informasi atau penjelasan Kemenag perihal masalah tersebut mengingat keterbatasan fisik dirinya karena faktor usia.

“Saya ini kan sudah tua, jadi kalau harus bolak balik ke Jakarta untuk mengurus masalah ini rasanya nggak kuat. Tapi saya terus berusaha mendapatkan jawaban melalui anak saya. Mudah-mudahan anak saya nanti bisa dapat jawaban masalah ini,” ujarnya.