Pernyataan Sikap Aktivis Pena 98 Hadapi Pilpres

Foto: Istimewa

“Kami tidak sudi, bangsa ini mengotori sejarahnya dengan membenarkan pelanggar HAM terbebas dari hukuman dan bahkan dibiarkan”

JAKARTA (inspiratormedia.id) – Sejumlah aktivis yang tergabung dalam Persatuan Nasional Aktivis 1998 (PENA 98) menilai perlunya menentukan sikap secara terbuka.

Anggota Pena 98, Mustar Bona Ventura mengatakan sangat perlu menyampaikan pandangan politik dimana masyarakat dihadapkan pada Pemilu Presiden dan Pemilu Legislaif yang akan menentukan arah bangsa 5 tahun mendatang.

Menurutnya, pemimpin Indonesia harus bersih dari catatan kelam pelanggaran HAM dan dosa-dosa masa lalu. Karena keterkaitan bahkan keterlibatan Capres dalam kasus-kasus pelanggaran HAM berat di masa lalu akan menjadi contoh buruk bahkan ancaman bagi masa depan demokrasi, negara dan rakyat Indonesia.

“Kami tidak sudi, bangsa ini mengotori sejarahnya dengan membenarkan pelanggar HAM terbebas dari hukuman dan bahkan dibiarkan menjadi pemimpin di negeri ini,” ujarnya.

Kemudian Mustar juga mengatakan, pemimpin Indonesia bukanlah dari segelintir orang yang menguasai lahan untuk kepentingan sendiri di tengah kemiskinan jutaan orang lainnva.

“Tuan-tuan tanah, yang mengkooptasi lahan negara dan menguasainya untuk kepentingan pribadi tidaklah layak menjadi Capres di negeri ini,” katanya.

Kontestasi politik pada pilpres kali ini, tambah Mustar, sejatinya pertarungan politik masa Ialu dan masa kini. Masa lalu menampilkan orang-orang yang terkait erat dengan Cendana, menantu hingga mantan pembantunya.

“Ketika Keluarga Cendana berkuasa di era Orde Baru, banyak sekali menjalankan kekuasaan otoriter melalui kebijakan pemerintah seperti Legalisasi judi melalui SDSB, Pembredelan Media Massa, Pembungkaman suara mahasiswa sampai dengan penguasaan ekonomi melalui praktek korupsi, kolusi dan Nepotisme,” pungkasnya.

Untuk itu, Mustar menegaskan, pihaknya mempunyai komitmen terhadap cita-cita perjuangan dalam agenda reformasi 98.

“Calon pemimpin itu ada pada pasangan nomor urut 01 Joko Widodo-KH. Maruf Amin,” ujarnya.