Polemik Tambahan Kuota Haji, Syam Resfiadi: Sapuhi Siap Menjalankan

Foto: Syam Resfiadi, Ketua Umum Sapuhi

“Jika kesempatan itu diberikan kepada kami, berapa lama pun akan kami ambil. Karena kami sudah siap”

JAKARTA (inspiratormedia.id) – Indonesia untuk musim haji 1440 Hijriah ini mendapat kuota tambahan sebanyak 10 ribu calon jamaah dari pemerintah Saudi. Hal tersebut tentu menjadi suatu yang positif mengingat jumlah antrian calon jamaah yang cukup panjang.

Namun demikian penambanan kuota itu berarti juga akan bertambahnya biaya pemerintah untuk biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) tahun ini.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Umum Sarikat Penyelenggara Umrah dan Haji Indonesia (Sapuhi) Syam Resfiadi.

“Penambahan kuota tersebut juga menambah beban subsidi atau indirect cost biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH),” ungkap Syam saat Buka Puasa Bersama Anggota Sapuhi di Jakarta (15/5/2019).

Ia juga mengatakan bahwa tahun ini calon jamaah haji dikenai BPIH rata-rata sekitar Rp35,2 juta per orang. Padahal biaya riil haji berkisar Rp69,7 juta per orang.

Melihat hal tersebut, ia menyampaikan jika seandainya pada saatnya nanti kuota tambahan 10 ribu tidak bisa digunakan oleh jamaah haji reguler dengan segala persoalannya, maka Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) di Sapuhi siap menjalankanya.

“Jika kesempatan itu diberikan kepada kami, berapa lama pun akan kami ambil. Karena kami sudah siap, terus terang saja dari cadangan daftar tunggu 20 persen saja masih ada 600 orang yang belum terakomodir dan sudah melunasi 8.000 Dolar AS,” pungkas Syam.

Hal tersebut disampaikan Syam dikarenakan hingga saat ini pemerintah belum menyelesaiakan dinamika terkait sumber dana yang digunakan untuk menyelenggarakan kuota haji tambahan sebanyak 10 ribu tersebut.