Satgas akan Terus Kawal Mafia Bola Sampai Tuntas

Foto: Istimewa

“Kita datang ke stadion untuk mendukung tim kita dan berharap mendapat suguhan laga yang menarik dan fair”

JAKARTA (Inspiratormedia.id) – Kepala Anev Satgas Antimafia Bola Polri, Kombes Pok Edi Ciptanto yang menjadi pembicara dalam diskusi yang di adakan Forum Wartawan Polri, dengan Tema “Libas Habis Mafia Bola” di balai wartawan Polda Metro Jaya, Jumat (15/3) mengatakan, pihaknya akan terus mengawal kasus mafia bola ini hingga tuntas perkara yang sedang di tangani.

Edi melanjutkan, sejak dibentuk Tim Satgas Mafia Bola menangani 5 perkara dari lima laporan yang diterima dengan 16 orang sudah ditetapkan sebagai tersangka dan enam di antaranya sudah ditahan.

“Nah, dari lima perkara tersebut, kami fokus terlebih dulu selesaikan dua perkara penyidikan yakni kasus Banjarnegara dan VW agar bisa segera dilimpahkan untuk disidangkan. Tapi kami juga tetap lakukan penyelidikan untuk laporan lain yang baru masuk,” Kata Edi Kepala Anev Satgas Antimafia Bola Polri.

Foto: Istimewa

Pembicara lainnya yakni Kesit B Handoyo mewakili dunia jurnalis mengatakan, seluruh media di Indonesia saat ini sangat concern dengan upaya bersih-bersih Satgas Antimafia Bola Polri.

Berbagai hal yang dilakukan Satgas Antimafia Bola Polri selalu jadi perhatian khusus media, termasuk saat menetapkan dan memeriksa mantan Plt Ketua Umum PSSI, Joko Driyono.

“Mewakili awak media kita punya perhatian besar terhadap kerja keras Satgas Antimafia Bola Polri untuk membersihkan dugaan praktik mafia bola di tanah air,” kata Kesit.

Sementara itu, mewakili suporter Indonesia, Helmi Atmadja dari Forum Diskusi Suporter Indonesia mengatakan, sebagai suporter fanatik yang sudah menganggap sepak bola seperti agama tentu menaruh harapan besar kepada Satgas Antimafia Bola Polri untuk memberantas mafia bola.

“Kita datang ke stadion untuk mendukung tim kita dan berharap mendapat suguhan laga yang menarik dan fair. Bukannya datang untuk menonton laga yang hasil akhirnya sudah diatur sebelumnya,” ujar Helmi.

Penulis: Eddy SR