Multaqo Ulama Kab. Bogor Tolak Pengerahan Massa

Foto: Istimewa

“Kita kawal proses dengan Do’a dan kita percayakan hasil Pilpres dan Pileg kepada KPU”

BOGOR (Inspiratormedia.id) – MUI Kabupaten Bogor melaksanakan Acara  Multaqo Ulama, Habaib  Pimpinan Ponpes dan Cendikiawan Muslim yang bertempat di Gedung Tegar Beriman Komp. Pemda Kel. Tengah Kec. Cibinong Kab. Bogor, Kamis (16/5).

Acara Multaqo ini selain dihadiri para ulama, habaib dan para cendikiawan, juga diwakili oleh Muspida Kabupaten Bogor termasuk Bupati Bogor Hj. Ade Munawaroh Yasin.

Multaqo ulama ini tersebut dipimpin oleh Ketua MUI Kab. Bogor KH. Ahmad Mukri Aji dan dihadiri Pimpinan Ponpes se Kab. Bogor, Pengurus MUI Kab. Bogor, Ketua MUI tingkat Kecamatan se Kab. Bogor, Ketua Ormas Islam, Pimpinan Perguruan Tinggi dan Tokoh Agama sekitar 400 orang.

Adapun tema acara tersebut yaitu “Mempertegas Peran Tokoh Agama Dalam Mewujudkan Perdamaian Indonesia” yang diselenggarakan oleh Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Bogor.

Pada kesempatan ini, Ketua MUI Kab. Bogor Dr. KH. Ahmad Mukri Aji, MA., MH menyampaikan Inti dari acara ini yaitu mempertegas peran tokoh Agama dalam perdamaian Indonesia Agar Indonesia semakin damai sesudah Pilpres dan Pileg.

Ada delapan poin pernyataan yang disusun bersama para Ulama Kabupaten Bogor. Pernyataan itu bernama ‘Multaqo Ulama’, isinya sebagai berikut:

  1. Menegaskan kembali bahwa NKRI adalah bentuk Negara yang sesuai dengan Islam yang Rahmatan Lil’alamin dan Pancasila adalah dasar Negara dan falsafah bangsa.
  2. Bahwa para Pasangan Capres/Cawapres yang berkontestasi pada Pilpres 2019 adalah putra-putra terbaik bangsa, apapun hasil pemilu nanti akan menghasilkan Pasangan terbaik yang tidak lepas dari takdir dan rencana yang digariskan oleh Allah SWT. Oleh karena itu, kita sebagai umat Islam harus bertawwakal serta menjaga Ukhuwah Islamiyah.
  3. Dalam rangka menghormati bulan suci Ramadhan, mengajak seluruh elemen masyarakat khususnya Umat Islam untuk meningkatkan ketaqwaan, ukhuwah Islamiyah, dan menahan diri dari segala bentuk tindakan yang dapat menimbulkan konflik dan perpecahan.
  4. Mengingatkan kembali, bahwa segala perbuatan yang memprovokasi terhadap upaya memecah belah umat dan penyebaran Ghibah , Fitnah, Hoax dan ujaran kebencian apalagi di bulan suci Ramadan ini merupakan dosa besar yang dilarang keras oleh agama, sehingga umat Islam wajib menghindarinya.
  5. Mengapresiasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam pelaksanaan Pemilu tahun 2019 yang telah berjalan dengan baik, aman, damai, jujur dan adil.
  6. Mengajak seluruh elemen masyarakat khususnya Umat Islam untuk menerima dan menghormati hasil keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai lembaga penyelenggara pemilu yang sah sesuai Undang-Undang.
  7. Mengajak seluruh elemen masyarakat khususnya Umat Islam untuk menjaga kondusifitas dan menolak adanya pengerahan massa/demonstrasi terkait dengan keberatan hasil keputusan KPU, terlebih pada saat bulan puasa dimana kita harus menahan diri dari segala nafsu.
  8. Melakukan sosialisasi terhadap hasil Multaqo ini di berbagai forum secara berkelanjutan, agar tercipta sinergitas antar ulama, habaib, pimpinan Ponpes dan cendikiawan muslim bersama seluruh masyarakat.

Bupati Bogor Hj. Ade Yasin, SH., MH mengapresiasi kegiatan Multaqo Ulama ini dan menyampaikan terimakasih kepada pihak-pihak yang telah mengawal proses Demokrasi dan kini tinggal menunggu hasil Pemilu tahun 2019.

“Kita sudah melewati proses Demokrasi di Kab. Bogor yang berjalan aman, nyaman dan kondusif. Kita kawal proses dengan Do’a dan kita percayakan hasil Pilpres dan Pileg kepada KPU. Mari kita ucapkan terimakasih kepada para Pahlawan Demokrasi serta kita turut berbela sungkawa atas meninggalnya pahlawan Demokrasi,” ujarnya.

Penulis: Soehartanto