Universitas Papua (UNIPA) Dirikan Pusat Informasi dan Komunikasi Industri Minyak (Klub Migas)

Foto: Inspiratormedia.id

Kami ingin memadukan desain modern dari working space dengan menggunakan semangat anak milenial”

PAPUA (Inspiratormedia.id) – Mahasiswa semester akhir di Universitas Papua, asal Paniai, Yulianus Yogi menyampaikan pentingnya pusat informasi dan komunikasi di wilayah Papua dalam meningkatkan pengetahuan, kapasitas dan kreatifitas putera-puteri Papua.

Dalam melakukan peningkatan dan nilai tambah mahasiswa, inisiasi ini akan menjadikan nilai tambah bagi kelompok mahasiswa. Nilai tambah diindustri Migas menjadi penting, mengingat industri Migas adalah salah satu sumbangsih terbesar dalam pembangunan bangsa dan daerah.

“Kami telah melakukan kordinasi dengan ketua program studi (Kaprodi) dan Dekan agar mendapat dukungan penuh,” jelas Yogi.

Lanjutnya, masukan dan saran yang berharga untuk memastikan pusat informasi dan komunikasi Migas ini dapat memberikan nilai tambah bagi mahasiswa Unipa.

“Tempat ini kami desain menjadi sebuah area untuk dapat membaca buku, berdiskusi, mengikuti klub pelatihan berbahasa inggris, komunikasi, dan juga berbagai pelatihan pengembangan diri. Intinya, tempat ini akan mempersiapkan Putra-putri Papua, yang saat ini sedang belajar di UNIPA untuk melengkapi dirinya dengan keterampilan yang dibutuhkan untuk memasuki dunia kerja, termasuk dunia MIGAS,” ujar Yogi dengan semangat.

Inisiatif pendirian informasi dan komunikasi Migas ini akan berkembang kedepan, termasuk wilayah timur lainnya, seperti universitas Cendrawasih, Universitas Pattimura dan sekitarnya. Sehingga peningkatan ketrampilan mahasiswa di wilayah Timur terus berkembang.

Mahasiswa asal Rajaampat, Allan Ambraw dan Paskalis Pigai dari Paniai ditunjuk mengkonsepkan desain dan fitur dari denah ruangan Pusat Informasi dan Komunikasi ini.

“Kami ingin memadukan desain modern dari working space dengan menggunakan semangat anak milenial, tetapi tetap menonjolkan kekhasan budaya Tanah Papua, yang terlihat dari pemilihan warna dan motif cat ruangan ini,” ujar Paskalis yang hobi motret, di Manokwari.

“Untuk acara pembukaannya sendiri, yang sedianya akan digelar minggu depan tanggal 21 Mei 2019 nanti, kami akan memadukan unsur modernitas, berbau teknologi, tetapi dengan sentuhan budaya Papua dalam acaranya,” terang Putra Asli Raja Ampat, penuh semangat.

“Karena pak Rektor, Kepala SKK Migas, dan Kepala Dinas Pertambangan Provinsi akan diundang, maka kami berkomitmen penuh untuk menampilkan yang terbaik,” imbuhnya.

Seorang Konsultan dari organisasi Kitong Bisa, Ijut Irawan, yang berbasis pengembangan kepemudaan di Papua dan Papua Barat terlihat sibuk membimbing anggota klub ini. Kitong Bisa, ditunjuk oleh SKK Migas untuk menjadi pendamping bagi mahasiwa dalam proses persiapan dan operasi Migas Center ini nantinya.

“Kami tunggu kehadiran teman-teman dilaboratorium Perminyakan II, Fakultas Teknik Unipa, kami ada di sini hampir setiap hari. Kitong orang-orang Papua juga bisa di atas “Kitong pu kaki sendiri menggerakan Industri ini,” tutup Yogi.

Penulis: Demosz