APTI Tidak Setuju Kenaikan Tarif Cukai Rokok 2020 Nanti

Foto: Suasana di Sebuah Pabrik Rokok (ist)

“Kenaikan cukai ini, menurutnya menjadi isu yang berimbas terhadap para petani tembakau”

JAKARTA (Inspiratormedia.id) – Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) tidak setuju dengan kenaikan tarif cukai hasil tembakau atau cukai rokok sebesar 23 persen dan 35 persen untuk harga jual eceran pada 2020.

Ketua Umum APTI Suseno bahkan menyebut, jika kenaikan tersebut bisa berimbas terhadap melonjaknya harga satu bungkus rokok di pasaran. Pihaknya memprediksi harga satu bungkus rokok bisa mencapai Rp40 ribu.

“Ini akan membuat orang tetap merokok tapi downgrade (turun kelas) atau orang membeli rokok ilegal,” ujar Suseno, dilansir dari akurat.co, Minggu (8/12).

Kenaikan cukai ini, menurutnya menjadi isu yang berimbas terhadap para petani tembakau. Pasalnya, dia menilai, isu kenaikan ini dimainkan oleh pedagang. Salah satu daerah yang terimbas dari munculnya isu ini adalah Madura.

“Kalau harga yang kemarin di Jawa Barat masih baik. Tapi kalau di Madura turun 20 persen, sehingga ada perlambatan pembelian dari pabrikan,” tuturnya.

Dia mencontohkan, jika biasanya pabrikan membeli 2 ton tembakau seharinya, kemarin hanya 500 kilogram. Dengan ini ada sisa barang yang harus disimpan oleh petani, dan itu membutuhkan biaya yang besar.

“Ada kemungkinan cukai naik, pabrikan membeli sedikit, ini isu negatif bagi petani, karena petani tak mengerti soal informasi ini, yang mengerti kan pedagang,” pungkasnya.

Penulis: Kris Rahmatiasina
Edt: Redaksi (ZS)