Giant Tutup Beberapa Gerai Termasuk Giant Mart

Foto: Logo Giant (ist)

“Giant Mart diperkenalkan pertama kali pada 16 Agustus 2017 lalu dengan membuka di Jakarta Barat”

JAKARTA (Inspiratormedia.id) – PT Hero Supermarket Tbk (HERO) berencana melakukan transformasi multi tahun untuk mengembangkan bisnis jangka panjang. Hal ini seiring dengan pola belanja pelanggan yang terus berubah.

Salah satu yang dilakukan selain melakukan konversi gerai Giant menjadi IKEA, perusahaan juga menutup beberapa gerai Giant miliknya termasuk gerai Giant Mart yang merupakan format baru yang dikenalkan perusahaan pada 2017 lalu.

“Sebelumnya kami punya tiga gerai Giant Mart dan sudah tutup karena sulit bersaing. Alasan kami tutup karena kami harus fokus pada format dan transformasi bisnis,” ujar Gareth Glynne, Direktur HERO seperti dilansir dari kontan.co.id, Sabtu (30/11).

Asal tahu saja, Giant Mart diperkenalkan pertama kali pada 16 Agustus 2017 lalu dengan membuka di Jakarta Barat. Kemudian pada awal tahun 2018 perusahaan melakukan ekspansi penambahan dua gerai lainnya.

Hanya saja, pasar minimarket domestik memang sangat kompetitif. Selain PT Indomarco Prismatama pemilik Indomaret yang sampai kuartal III mencapai 17.200 gerai, masih ada PT Sumber Alfaria Trijaya pemilik gerai Alfamart, Alfamidi dan Lawson dengan lebih dari 16.000 gerai.

“Kami ingin fokus dengan format yang ada, kami tidak mau main kesana. Jadi kami punya tiga gerai (Giant Mart) dan itu pun hanya trial jadi kami tutup semua,” lanjutnya.

Sebelumnya, pada tahun 2015 lalu HERO juga menutup seluruh operasional gerai convenience store Starmart miliknya. Sebanyak 50 gerai Starmart kala itu ditutup dan sebagian besar gerainya dijual kepada PT Fajar Mitra Indah yang merupakan pemilik gerai Family Mart.

Penulis: Krishna A
Edt: Redaksi (ZS)
Sumber: kontan.co.id