Menhub Berharap Integrasi Stasiun dan Antarmoda Transportasi Bisa Tingkatkan Pengguna Angkutan Massal

Foto: Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi (ist)

”Jika dikelola dengan baik, hal itu akan makin meningkatkan minat masyarakat untuk menggunakan angkutan umum”

JAKARTA (Inspiratormedia.id) – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berharap agar integrasi stasiun dengan antarmoda transportasi di Jakarta bisa meningkatkan jumlah masyarakat pengguna angkutan massal hingga 75 persen.

Menurutnya, integrasi antarmoda transportasi yang baik akan makin memudahkan masyarakat menggunakan angkutan umum.

Jika dikelola dengan baik, hal itu akan makin meningkatkan minat masyarakat untuk menggunakan angkutan umum.

“Saat ini pengguna angkutan massal [di Ibu Kota] baru 1,8 juta orang atau 25 persen masyarakat di Jakarta. Kami ingin ke depannya bisa menjadi 75%,” kata Menhub di Jakarta, Jum’at (10/1).

Dirinya mengapresiasi kerja sama yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta, MRT dan KAI untuk melakukan integrasi antar moda, mengembangkan kawasan transit oriented development (TOD) dan penataan simpul transportasi.

Berdasarkan informasi dari Pemprov DKI Jakarta, fase awal dari kerja sama ini adalah untuk menata empat stasiun, yaitu Stasiun Tanah Abang, Stasiun Juanda, Stasiun Senen, dan Stasiun Sudirman.

Di sisi lain, penataan integrasi antarmoda ini harus melibatkan seluruh moda transportasi termasuk ojek daring.

Menurut Menhub, ojek daring adalah suatu angkutan yang tidak dapat dikesampingkan di Jakarta sehingga perlu diberi tempat untuk menaikkan dan menurunkan penumpang agar tidak mengganggu lalu lintas di sekitarnya.

“Saya minta empat stasiun tersebut agar mengakomodasi untuk tempat para pengemudi ojol,” kata Budi.

Penulis: Krishna A
Edt: Redaksi (ZS)
Sumber: bisnis.com