Pererat Sinergi Melalui BUMN Center

Foto: Istimewa

“Gedung tersebut bertransformasi menjadi Gedung Sinergi 8 yang dibangun dengan inovasi pendanaan tanpa melibatkan biaya APBN”

JAKARTA (Inspiratormedia.id) – Dalam rangka mewujudkan semangat “One Nation, One Vision, One Family to Excellence”, Kementerian BUMN dan BUMN sebagai sebuah keluarga besar akan membangun BUMN Center.

Seremonial Groundbreaking BUMN Center dilakukan pada Minggu (5/5) bersamaan dengan Peresmian Gedung Sinergi 8 dan Peresmian Fasad Gedung Kementerian BUMN di Kantor Kementerian BUMN sebagai salah satu bentuk sinergi dan kolaborasi antar BUMN.

Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Triawan Munaf,  Menteri BUMN periode 1998-1999 Tanri Abeng, Menteri BUMN periode 2009-2011 Mustafa Abubakar, perwakilan BPK RI, BNPT, Kejaksaan Agung, Kementerian Keuangan, Pemerintah  Daerah serta Direksi dan Dewan Komisaris/Dewan Pengawas BUMN, seluruh Pegawai
Kementerian BUMN dan perwakilan millennial BUMN.

BUMN Center yang akan dibangun ini merupakan hasil upaya penyelarasan pembangunan Gedung Kementerian BUMN dengan gedung-gedung BUMN di sekitarnya,  yakni STO Telkom Gambir di sisi Timur, kantor PT Danareksa (Persero) di sisi Barat serta kantor PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk di sisi selatan.

Sebelumnya, pembangunan telah diawali dengan melakukan recladding Gedung Utama Kementerian BUMN yang akan menjadi  bagian dari BUMN Center.

Dalam laporannya, Sekretaris Kementerian BUMN Imam Apriyanto Putro menyampaikan bahwa Gedung Utama Kementerian BUMN telah berdiri sejak tahun 1980-an.

“Gedung ini dibeli oleh Kementerian BUMN dari Garuda Indonesia yang merupakan bagian dari restrukturisasi Garuda pada saat itu. Sehingga menurut kami sudah wajar apabila gedung
ini perlu direnovasi untuk memberikan kenyamanan dalam bekerja,” ujar Apriyanto.

Pekerjaan renovasi ini dilakukan oleh PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk atau WIKA Gedung dengan waktu pengerjaan kurang lebih 6 bulan.

Dalam perjalanannya, Kementerian BUMN memandang keberadaan Gedung BUMN  di sekitarnya sebagai suatu potensi untuk berinovasi membuat BUMN Center di atas tanah seluas lebih dari 4 hektar tersebut.

“Dengan penyelarasan Gedung Kementerian BUMN dan gedung milik BUMN di sekitarnya diharapkan dapat menjadi simbol keterikatan dan keterpaduan seluruh komponen BUMN sebagai sebuah keluarga besar,” kata Menteri BUMN, Rini M Soemarno dalam sambutannya.

Ke depan, Menteri Rini berharap seluruh BUMN
memiliki kantor atau perwakilan di BUMN Center untuk mempermudah koordinasi dan mengukuhkan konsep One Family.

Lebih lanjut Menteri Rini menuturkan, pembangunan BUMN Center dilaksanakan melalui sinergi pendayagunaan aset antara Kementerian BUMN, Telkom, Danareksa, dan
Garuda Indonesia, yang konsep desainnya mengambil filosofi dari Burung Garuda.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama PT PP, Lukman Hidayat menambahkan, gedung utama Kementerian BUMN akan diapit oleh gedung setinggi 32 lantai di sisi kanan dan kiri yang merupakan milik PT Danareksa (Persero) dan PT Telekomunikasi Indonesia (Persero)
Tbk. Proses pembangunan gedung PT Danareksa sudah bisa dimulai tahun ini sedangkan untuk PT Telkom akan dibangun tahun depan.

“Konsepnya akan seperti Garuda yang sedang terbang, di mana luasnya sekitar
hampir 40.000 meter persegi. Gedung BUMN Center ini harus menjadi suatu kesatuan sehingga kita akan membuat podium 4 lantai di sisi kanan dan kiri gedung,” jelasnya.

Peresmian Gedung Sinergi 8 selain melakukan seremonial Groundbreaking BUMN Center, Kementerian BUMN juga turut meresmikan Gedung Sinergi 8 yang merupakan hasil revitalisasi fungsi Gedung 48 yang selama puluhan tahun mangkrak.

Gedung seluas 5,400 m² dan memiliki 4 lantai ini akan menjadi pusat kuliner dan co-working space, yang dapat dimanfaatkan baik oleh warga BUMN maupun masyarakat luas mengingat letaknya yang sangat strategis di perempatan Jalan Sabang. Di dalamnya, juga terdapat sport center untuk olahraga basket, futsal dan bulu tangkis.

“Gedung tersebut bertransformasi menjadi Gedung Sinergi 8 yang dibangun dengan inovasi pendanaan tanpa melibatkan biaya APBN,” jelas Menteri Rini.

Wanita yang pernah menjadi Direktur Utama PT Astra International tersebut menegaskan, terwujudnya revitalisasi Gedung Sinergi 8 menunjukkan bahwa Keluarga BUMN harus selalu berpikir out of the box dan mencari alternatif skema bisnis yang kreatif dan inovatif dalam mengatasi permasalahan dan mengembangkan bisnis.

Prosesi peresmian dimaksud melibatkan 3 generasi BUMN yang disambut dengan flashmob millennial BUMN dan Kementerian BUMN bersama Menteri BUMN dan para tamu VVIP.

Prosesi kemudian dilanjutkan dengan memasukkan kunci penyelarasan yang diikuti dengan penayangan augmented reality pembangunan BUMN Center, Gedung Sinergi 8 dan Fasad Gedung Kementerian BUMN.

Perjalanan Kementerian BUMN Perjalanan Kementerian BUMN yang saat ini telah menginjak usia yang ke-21 berawal dari pembentukan Kementerian Pendayagunaan BUMN pada tahun 1998 dengan Menteri pertama, Bapak Tanri Abeng. Kementerian BUMN memiliki tugas dan tanggung jawab yang
sangat besar dalam rangka membina dan mengelola BUMN untuk bisa meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.

“Terlebih lagi semenjak dikeluarkannya Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang BUMN, yang menegaskan maksud dan tujuan
didirikannya BUMN sebagaimana tertuang dalam Pasal 2,” jelas Menteri Rini.

Menteri Rini menyampaikan, kehadiran BUMN saat ini semakin memberikan kontribusi yang nyata kepada masyarakat melalui tagline BUMN Hadir untuk Negeri. Dengan jumlah 143 BUMN yang ada, Total Aset tercatat mencapai lebih dari Rp8.000 triliun, dengan pendapatan mencapai lebih dari Rp2.300 triliun, dan Laba Bersih lebih dari Rp200 triliun.

“Selain itu, Total Investasi yang digelontorkan mencapai lebih dari Rp480 triliun dengan kontribusi langsung kepada APBN mencapai lebih dari Rp420 triliun yang merupakan kontribusi sangat signifikan terhadap total penerimaan Negara baik dari Pajak maupun Bukan Pajak,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kementerian BUMN juga menyampaikan Apresiasi Dharma Bhakti kepada para pensiunan Kementerian BUMN, penyampaian Satya Lancana Karya Satya kepada 45 Pegawai Kementerian BUMN atas pengabdiannya selama 10, 20 dan 30 tahun, penyerahan Juara Umum Porseni Kementerian BUMN kategori internal dan eksternal serta apresiasi terhadap tiga Yayasan yang berkomitmen bersama Kementerian
BUMN dan BUMN dalam Pelestarian Badak Indonesia.

Penulis: Eddy SR