Standard Chartered Targetkan Nasabah Prioritas Naik 20 Persen

Foto: istimewa

“Tahun lalu, minat untuk obligasi pemerintah lumayan naik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya”

JAKARTA (Inspiratormedia.id) – Standard Chartered Bank Indonesia menargetkan jumlah nasabah prioritas yang memiliki rekening bernominal fantastis meningkat 15 hingga 20 persen secara tahunan. 

Pada 2018, jumlah nasabah prioritas tercatat sekitar 20 ribu nasabah. Berdasarkan porsinya, angka itu sekitar 15 hingga 20 persen dari total nasabah individu.

“Minimal dana kelolaan nasabah prioritas kami adalah Rp500 juta atau ekuivalen dalam mata uang lain yang merupakan gabungan dari berbagai produk. Rata-rata saldo yang dimiliki di atas Rp1 miliar,” ujar Managing Director & Head Wealth Management Standard Chartered Bank dalam konferensi pers di Hotel Mulia Jakarta, Senin (11/2).

Bambang enggan mengungkapkan besaran dana kelolaan karena ketentuan perusahaan. Namun, Bambang menargetkan peningkatan jumlah nasabah juga diiringi peningkatan jumlah dana kelolaan sebesar 15 hingga 20 persen.

Bambang mengungkapkan sekitar 70 persen nasabah prioritas memiliki produk wealth management yang ditawarkan oleh bank asal Inggris ini. Porsi produk yang diminati relatif berimbang antara reksa dana, saham, obligasi, maupun asuransi. 

Namun, setiap tahun, produk yang diminati berbeda tergantung situasi ekonomi. Pada 2016- 2017, kecenderungannya reksa dana saham yang lebih banyak dicari. Hal itu tercermin dari kinerja reksa dana saham yang masih di atas 15 persen kala itu.

“Tahun lalu, minat untuk obligasi pemerintah lumayan naik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya.

Menurut Bambang, potensi pasar dari lini wealth management di Indonesia cukup besar seiring meningkatnya pendapatan masyarakat. Sebagai gambaran, saat ini kepemilikan reksa dana secara nasional baru 800 ribu nasabah tak sampai satu persen dari total populasi penduduk di Indonesia.

Bambang memperkirakan prospek investasi portofolio, khususnya reksa dana saham, cukup positif tahun ini. Terlebih, di awal 2019, banyak aliran dana yang kembali masuk setelah tahun lalu sempat meninggalkan bursa Indonesia.

Hal itu juga didukung oleh pertumbuhan ekonomi domestik yang tetap terjaga di tengah perlambatan ekonomi global. Terjaganya ekonomi berkat fundamental ekonomi yang baik, meningkatnya daya beli masyarakat, dan mulai pulihnya investasi sektor swasta. 

Selain itu, tekanan pasar keuangan global juga mereda mengingat bank sentral AS diperkirakan tidak akan agresif dalam mengerek suku bunga acuannya dan perang dagang AS-China juga diperkirakan bakal mereda.

Lebih lanjut Standard Chartered meyakini Pemilihan Umum 2019 akan berlangsung aman sehingga kepercayaan investor bisa terjaga. 

Untuk membahas peluang investasi dan ekonomi tahun ini, hari ini, bank menggelar seminar Wealth on Wealth ke-15 bertema ‘Indonesia 2019: Unlocking Opportunities amid Global Uncertainties’ yang akan dihadiri oleh 1.000 nasabah prioritas . 

Selain itu, bank juga akan mempersiapkan produk inovatif untuk dapat memenuhi kebutuhan investasi nasabah. Misalnya, hari ini, bank meluncurkan layanan Online Mutual Funds dan Smart Goals. Layanan ini memudahkan nasabah prioritas untuk melakukan transaksi reksa dana secara daring melalui aplikasi telepon genggam SC Mobile atau iBanking. 

Aplikasi SC Mobile atau iBanking adalah dua layanan digital yang otomatis akan dimiliki oleh nasabah Standard Chartered.

Layanan Online Mutual Funds, nasabah prioritas akan lebih mudah dalam melakukan transaksi reksa dana seperti pembelian, pengalihan dan pencairan dana secara online.

Sementara itu, lanjut Bambang, layanan SmartGoals merupakan layanan pertama di Indonesia yang menggabungkan perencanaan finansial sederhana dengan strategi alokasi investasi yang disesuaikan dengan kemampuan keuangan dan profil investasi masing-masing nasabah.

Selain itu, menggandeng Allianz, Standard Chartered juga meluncurkan produk asuransi perjalanan NewTravelPro untuk menambah layanan perlindungan bagi nasabah prioritas. Produk asuransi tersebut akan memberikan perlindungan 24 jam untuk perjalanan bisnis dan liburan nasabah di seluruh dunia.

Penulis: Krishna A