WIKA, PTPN VIII, dan RNI, Jalin Kerjasama Pengembangan Kawasan Industri Subang

Foto: Istimewa

“Peluang bisnis pun terbuka lebar dengan Trans Bumi Serbaraja maupun PT Bumi Serpong Damai sebagai induk usahanya”

JAKARTA (Inspiratormedia.id) – PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk. (WIKA) menjalin kerjasama investasi dengan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII (Persero) dan PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) (RNI). Sinergi antara ketiga BUMN tersebut tertuang dalam nota kesepahaman bersama (Memorandum of Understanding/MoU) yang ditandatangani oleh Direktur Utama WIKA Tumiyana, Direktur Utama PTPN VIII Wahyu bersama Direktur Utama RNI B. Didik Prasetyo di Jakarta, Rabu (3/7).

Direktur Utama WIKA Tumiyana menyampaikan bahwa WIKA, RNI dan PTPN VIII akan menjajaki peluang investasi pengembangan kawasan industri di atas lahan seluas lebih dari 11.000 hektar di Subang. Fokus pembangunan akan diarahkan pada bangunan industri, perumahan, komersial, fasilitas publik beserta infrastruktur baik jalan, air dan gas serta yang lainnya.

Kerja sama yang terjalin diyakini Tumiyana memiliki prospek yang sangat baik. Subang dan dua daerah lainnya yaitu Majalengka dan Cirebon telah ditetapkan oleh Pemerintah sebagai Segitiga Rebana dan diproyeksikan akan menjadi salah satu Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) terbesar di Indonesia.

“Subang punya potensi yang sangat besar sebagai kawasan industri karena mendapatkan akses langsung melalui Tol Cipali ke Pelabuhan Patimban dan Bandara Kertajati. Dengan demikian, kami mengharapkan kerjasama ini akan memberikan keuntungan yang signifikan kepada WIKA, PTPN VIII dan RNI,” ungkap Tumiyana.

Tumiyana juga menambahkan bahwa ke depan, pertumbuhan Subang juga akan turut didongkrak dengan Kereta Cepat Jakarta Bandung. Kehadirannya diyakini akan menghidupkan tidak hanya pada kawasan yang dilalui namun berdampak pada sektor industrial baik di Jakarta maupun Jawa Barat.

Foto: Istimewa

Keuntungan lain yang akan didapatkan oleh Perseroan adalah dari segi portofolio pengembangan kawasan yang masuk dalam rencana strategis investasi. Pada belanja modal tahun 2019 sebesar Rp18,19 Triliun, 35,1% akan digunakan WIKA untuk pengembangan usaha di sektor building dan properti sementara 21,7% untuk pengembangan usaha infrastruktur. Kedua sektor tersebut dipandang memiliki peran penting dalam upaya pengembangan kawasan.

WIKA Realty dan Dapen Telkom, Jalin Kerjasama Pengembangan dan Investasi

Langkah positif pada pengembangan properti juga dicapai oleh PT WIKA Realty. Entitas anak WIKA ini  bersama Dana Pensiun Telkom menjalin kerjasama pengembangan dan investasi.

Kerjasama ini ditandai dengan Penandatanganan Nota Kesepahaman (MOU) yang dilakukan langsung oleh Direktur Utama WIKA Realty Agung Salladin dan Direktur Utama Dana Pensiun Telkom Gatot Rustamadji. dan turut disaksikan oleh Direktur Human Capital Management PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (Telkom) sekaligus Dewan Pengawas Dana Pensiun Telkom Edi Witjara, Direktur Independen WIKA Realty Wahyu Tri Rahmanto di Jakarta, Jumat (28/6).

Kerjasama kedua perusahaan tersebut diwujudkan dalam bentuk Joint Venture (JV) yang akan berperan dalam pengembangan dan investasi produk-produk WIKA Realty. Pada tahap awal, JV ini akan membeli unit Realty Tamansari Skylounge Balikpapan. Peluang kerjasama ini terbuka lebar sejalan dengan rencana kedua perusahaan untuk melakukan pengembangan bisnis investasi di bidang property.

Direktur Utama WIKA Realty Agung Salladin percaya bahwa dengan pengalaman dan reputasi WIKA Realty di bidang properti, kerjasama kedua perusahaan akan berjalan dengan baik dan memberikan manfaat kepada kedua perusahaan.

WIKA Mulai Kerjakan Tol Serpong Balaraja

WIKA turut mendukung pengembangan kawasan melalui pembangunan jalan tol Serpong – Balaraja Seksi I, Banten. Proyek ini sudah mulai dikerjakan setelah penyerahan Surat Perintah Mulai Kerja oleh PT Trans Bumi Serbaraja kepada Direktur Operasi WIKA Agung Budi Waskito dan disaksikan oleh GM Sipil Umum I Dwi Djohardian, Manajer Proyek Aries Fakhrizal yang berlangsung di Tangerang Selatan, Banten, Jumat (21/6).

Pada pengerjaan Seksi I ini, WIKA akan membangun jalan tol yang menghubungkan Pusat Intermoda BSD City dan Tol Jakarta Outer Ringroad (JORR) sepanjang 5,15 km dengan nilai kontrak Rp979 Miliar. Pembangunannya akan dibagi menjadi 3 paket di mana paket 2 yang dimulai pada Juni 2019 akan berlangsung selama 365 hari kerja. Sementara itu, paket 1 dan 3 yang akan mulai pekerjaannya pada November 2019 selama 365 hari kerja. Pekerjaan konstruksi kemudian dilanjutkan dengan masa pemeliharaan selama tiga tahun.

Peluang bisnis pun terbuka lebar dengan Trans Bumi Serbaraja maupun PT Bumi Serpong Damai sebagai induk usahanya. Tergabung dalam kelompok usaha Sinarmas Land, pengembangan kawasan yang dikelola oleh salah satu developer terbesar di Indonesia ini menjanjikan dari sisi prospek bisnis bagi WIKA sebagai kontraktor.

Dengan dimulainya pembangunan jalan tol Serpong – Balaraja seksi I ini, semakin melengkapi portofolio WIKA dalam pembangunan jalan tol di Jabodetabek. Pada saat yang sama, WIKA juga kini tengah membangun jalan tol Kunciran Cengkareng serta 6 ruas tol dalam kota DKI Jakarta dan proyek investasi Jalan tol Serang – Panimbang.

Penulis: Eddy SR