Iran Berjanji Akan Segera Melepaskan Tanker Inggris

Foto: Istimewa

“Iran juga sudah melepas tujuh awak Stena Impero pekan lalu. Kapal Stena Impero adalah milik perusahaan asal Swedia, Stena Bulk”

JAKARTA (Inspiratormedia.id) – Pemerintah Iran dilaporkan segera membebaskan kapal tanker perusahaan Swedia berbendera Inggris, Stena Impero, yang ditawan sejak 19 Juli lalu. Mereka menyatakan kapal itu bakal dilepaskan dalam beberapa hari ke depan.

“Tahap akhir mengenai persoalan prosedur hukum sedang berlangsung dan Insya Allah kapal itu (Stena Impero) akan dilepas dalam beberapa hari mendatang,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Abbas Mousavi, seperti dilansir AFP, Senin (9/9).

Mousavi menyatakan minyak yang dibawa kapal tanker Adrian Darya saat ini sudah terjual dan muatannya sudah dikosongkan. Namun, dia tidak merinci ke mana minyak itu dilego.

Keputusan Iran ini berselang beberapa waktu setelah pemerintah ekstrateritorial Inggris di Gibraltar terlebih dulu melepas tanker milik Iran, Grace-1 alias Adrian Darya 1, pada 18 Agustus lalu. Hal itu dilakukan setelah Iran menyatakan tidak akan menjual minyak yang dibawa di dalam kapal itu kepada Suriah.

Direktur Utama Stena Bulk, Erik Hanell, menyatakan mereka yang meminta supaya tujuh awak dibebaskan supaya sisanya bisa tetap menjalankan kapal itu. Sedangkan menurut Iran, pembebasan ketujuh awak itu dilakukan atas dasar kemanusiaan.

Iran juga sudah melepas tujuh awak Stena Impero pekan lalu. Kapal Stena Impero adalah milik perusahaan asal Swedia, Stena Bulk.

Tahan Warga Filipina

Pasukan Penjaga Pantai Iran kembali menangkap sebuah kapal yang diduga hendak menyelundupkan bahan bakar. Insiden itu terjadi di Selat Hormuz.

“Penjaga pantai berhasil menangkap sebuah kapal asing di Selat Hormuz,” kata Komandan Pasukan Penjaga Pantai Iran di Provinsi Hormozgan, Mayor Hossein Dehaki.

Menurut Dehaki, aparat juga menangkap 12 awak asal Filipina yang berada di kapal itu. Dia mengatakan bahan bakar itu bakal diselundupkan dengan cara memindahkan muatan ke kapal lain di tengah laut.

Kapal yang ditangkap itu adalah kapal tunda berkelir oranye dan putih. Kapal itu saat ini disandarkan di Pelabuhan Bandar Abbas.

Sedangkan Iran menembak jatuh pesawat nirawak AS karena melanggar wilayah udaranya. Presiden AS, Donald Trump, sempat menyetujui serangan balasan, tetapi dibatalkan di detik-detik akhir. 

Sikap saling tangkap tanker itu terjadi karena ketegangan yang dipicu perselisihan Iran dan Amerika Serikat. AS mengirim armada tempur ke Timur Tengah setelah menyatakan Korps Garda Revolusi Iran sebagai kelompok teroris.

Edt: Redaksi (AN)