Setelah Dipenjara 10 tahun, TKW Disambut Haru Keluarga

Foto: Istimewa

“Kepulangan Sumartini dan Warnah adalah hasil perjuangan panjang keluarga bersama Solidaritas Perempuan”

JAKARTA (Inspiratormedia.id) – Setelah lebih dari 10 tahun dipenjara, dua perempuan buruh migran bernama Sumartini binti Manaungi galisung asal Nusa Tenggara Barat dan Warnah binti Warta Ni’ing asal Karawang akhirnya dipulangkan ke Indonesia dan dapat berkumpul kembali dengan anak-anak serta keluarganya.

Keduanya dipenjara di Al Malaz Arab Saudi atas tuduhan sihir terhadap adik dan  anak majikannya yang tidak dapat dibuktikan dalam proses persidangan. Warnah dan Sumartini tiba di Jakarta pada pukul 12.00 WIB dengan disambut oleh keluarga.

Pihak keluarga didampingi Solidaritas Perempuan telah berjuang untuk pembebasan keduanya dari vonis hukuman mati dan hukuman penjara sejak 10 tahun yang lalu. 

“Kepulangan Sumartini dan Warnah adalah hasil perjuangan panjang keluarga bersama Solidaritas Perempuan untuk keadilan bagi Sumartini dan Warnah dan kami terus berjuang untuk terus memastikan hak mereka dipenuhi oleh Negara,” ungkap Puspa Dewy.

Menurutnya, masih banyak perempuan buruh migran yang menghadapi persoalan serupa bahkan lebih parah.

Karenanya, kasus ini harus menjadi pembelajaran bagi pemimpin bangsa ke depan untuk dapat menjamin perlindungan yang komprehensif bagi Perempuan Buruh Migran dan Anggota Keluarganya sebagaimana yang diamanatkan pada Konstitusi UUD 1945, UU Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Konvensi Migran 90, dan Kovenan CEDAW.

“Solidaritas Perempuan akan terus mengawal dan mengkritisi pemerintah untuk memastikan agenda perlindungan perempuan buruh migran menjadi agenda prioritas bangsa,” tegas Puspa Dewy.

Penulis: Soehartanto