Aksi Unjuk Rasa BEM SI Jakarta-Banten Dianggap Berjalan Sendiri Oleh Sejumlah Mahasiswa

Foto: Doc. Inspiratormedia.id

“Berdasarkan pantauan awak media jumlahnya hanya ratusan. Itupun berasal dari berbagai kampus di Jabodetabek dan Banten”

JAKARTA (Inspiratormedia.id) – Hanya berjumlah ratusan orang mahasiswa yang mengikuti aksi unjuk rasa yang turun aksi di area Patung Arjuna Wiwaha atau yang dikenal Patung Kuda, Silang Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Kamis (17/10/2019).

Berdasarkan pantauan awak media jumlahnya hanya ratusan. Itupun berasal dari berbagai kampus di Jabodetabek dan Banten.

Menurut mahasiswa yang yang tidak mau di sebutkan namanya, aksi tersebut sebenarnya sudah dilarang oleh pihak rektorat kampus masing-masing.

Nmun berdalih untuk memperjuangkan nasib rakyat aksi ini tetap di lakukan dan rata-rata mereka mendapatkan info aksi dari medsos, FB, Instagram, beberapa mahasiswa yang tidak ikut aksi menyayangkan aksi tersebut.

Karena dilakukan di saat detik-detik pelantikan presiden dan wakil presiden yang di khawatirkan di saat tujuan mereka baik namun malah jadi petaka buat mereka.

“Saya khawatir mas, aksi ini yang menurut mereka tentang PERPPU KPK yang mendesak presiden untuk cepat-cepat di keluarkan malah ada maksud- maksud tertentu dan saya lihat terkesan di paksakan. Kalau memang aksi ini dari BEM SI Jabotabek-Banten tentunya ada koordinasi ke kampus yang sudah terkenal. Misalnya UI Trisakti ini, gak ada berarti ini kan patut di curigai ada apa di balik semua ini. Jangan sampai niat kita yang awalnya luhur malah di manfaatkan oleh pihak lain mas,” ungkap salah satu mahasiswa kepada Inspiratormedia.id (17/10/2019) di area Patung Arjuna Wiwaha atau yang dikenal Patung Kuda Silang Monumen Nasional Monas Jakarta pusat.

Mahasiswa yang tidak mau di sebutkan namanya tersebut juga mengatakan bahwa kalau memang aksi ini bener dari hati nurani mahasiswa pasti pihak rektorat tidak akan menghalang-halangi, apalagi aksi ini berkaitan dengan memperjuangkan nasib rakyat, aksi tersebut juga tidak mendapatkan ijin resmi dari Polda Metro Jaya.

“Ya kalau memang tujuan mereka untuk memperjuangkan nasib rakyat tentunya aksi mereka tidak akan dihalangi oleh pihak rektorat kampus, aksi tersebut juga tidak ada ijin resmi dari Polda Metro Jaya jaya mas setau saya,” tambahnya.

Penulis: Anirwan