HUT ke-42 Museum Bahari, Bagian Gedung yang Terbakar Mulai Direhabilitasi

Foto: Inspiratormedia.id

“Saya pastikan pelayanan pengunjung tetap berjalan normal seperti biasanya”

JAKARTA (Inspiratormedia.id) – Museum Bahari Penjaringan, Jakarta Utara, pada Minggu (7/7) merayakan Hari Ulang Tahunnya yang ke 42 dengan mengadakan pameran temporer dan teater 12 babak yang dibuka oleh Sekretaris Dinas Pariwisata dan Permuseuman (Disparbud) DKI Jakarta, Asiantoro.

Dalam kesempatan tersebut, Asiantoro mengungkapkan bahwa bagian bangunan Museum Bahari yang terbakar 16 Januari 2018 yang lalu segera direhabilitasi dengan APBD tahun 2019 ini. “Mengenai angka rupiahnya tanyakan Pak Sonni,” kata Sekdisparbud DKI Jakarta, Asiantoro.

Lanjut Sekdisparbud DKI ini mengaku datang ke Museum Bahari bersama rombongan Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) Jakarta Timur dan komunitas HD lainnya.

“Kami mengajak para biker agar juga mencintai museum. Khususnya museum museum di bawah SKPD Disparbud DKI,” imbuhnya.

Foto: Inspiratormedia.id

Kepala Satuan Pelaksana Koleksi dan Perawatan Museum Kebaharian Eko Hartoyo selaku PLH Kepala Museum Kebaharian menjelaskan pameran temporer HUT ke 42 Museum Bahari ini bertema Gudang Megah Lumbung Kekayaan VOC yang berlangsung tanggal 7 – 31 Juli 2019

“Pameran ini bercerita tentang gudang rempah rempah VOC dan yang lain di dunia yang selalu berhubungan dagang dengan gudang VOC di Batavia. Juga sejarah gedung Museum Bahari dari gudang rempah abad ke 17 dan ke 18 sampai jaman kemerdekaan. Menjadi Kantor Polsek Penjaringan sampai Museum Bahari hingga terjadi kebakaran tahun laku,” ujar Eko.

Foto-foto Museum Bahari dan Menara Syahbandar serta Pasar Ikan di delta muara Kalibesar dari masa ke masa dipamerkan. Tampak di samping ada kunjungan gratis para wisatawan juga disuguhkan pertujukan teatrikal oleh Bukan Bengkel Teater Kita dari Cengkareng Jakarta Barat.

Stage manager, Anye mengatakan pertunjukan teatrikal ini berjudul Betawi Surga Rempah-rempah yang dimainkan oleh 50 orang awak teater. Mereka tampil di halaman dalam Museum Bahari dan memainkan 12 adegan yang mengkusahkan bos petani rempah-rempah dengan tentara VOC Belanda. Itu berlangsung dari pukul 10.00 sampai 15.00 WIB.

Foto: Inspiratormedia.id

Sementara Kepala UP Museum Kebaharian, Husnizon ketika dihubungi Inspiratormedia.id, lewat ponselnya, Senin (8/7/19) mengatakan bahwa ulang tahun Museum Bahari ke-42 sudah dibuka pada hari Minggu (7/7/19) kemarin.

“Dengan harapannya tentu semakin bertambah usianya Museum Bahari semakin pula disukai masyarakat luas. Sebab Museum Bahari merupakan bangunan kuno yang sudah sangat dikenal di Nuasantara bahkan dunia. Makanya ketika museum ini terbakar, bukan hanya pencinta museum di Indonesia saja yang bersedih, pecinta museum duniapun menangis,” ucap Husnizon.

Lanjutnya, bahwa anggarannya untuk merehabilitasi bagian gedung Museum Bahari yang terbakar tersebut sebesar Rp45 Miliar, sedangkan restorasi fisik museum Bahari siap selesai pada bulan Desember 2019.

“Saya pastikan pelayanan pengunjung tetap berjalan normal seperti biasanya, karena tidak mengganggu kegiatan pembangunan restorasi yang bekas terbakar masa lalu,” pungkasnya.

Penulis: Ichsan