PRIMA DMI Gelar Seminar Tentang Implementasi Kesehatan Melalui Masjid

Foto: Istimewa

“Para Imam, khatib, da’i, dan marbot masjid harus hidup sehat agar dapat membina keimanan dan ketakwaan”

JAKARTA (Inspiratormedia.id) – Perhimpunan Remaja Masjid (PRIMA) Dewan Masjid Indonesia (DMI) berkejasama dengan Centre for Social Securities Studies (CSSS), Badan Penyelengara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, dan Program Pascasarjana (PPs) Kajian Ilmu Kepolisian (KIK) – Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG) Universitas Indonesia (UI) telah menyelenggarakan Diskusi Publik dan Prima Talk Series 2 pada Kamis (25/4) di Kampus UI Salemba, Jakarta.

Acara ini mengangkat tema “Negara dan Tanggung Jawab Keadilan Sosial: Penguatan Implementasi Kesehatan melalui Masjid”. Turut hadir Ketua PPs KIK-SKSG UI, Abdul Muta’ali, M.A., M.I.P., Ph.D., sebagai Keynote Speaker.

Hadir pula empat orang pembicara, yakni Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) PRIMA DMI, Ahmad Arafat Aminullah, S.T., Direktur Eksekutif CSSS, Agung Prihatna, S.Sos., M.Kessos., Dosen PPs KIK – SKSG UI, Dr. Mulyadi, S.Sos., M.Si., dan Kepala Hubungan Kemasyarakatan (Humas) BPJS Kesehatan Kantor Pusat, Muhammad Iqbal Anas Ma’ruf, S.Si., Apt.

Foto: Istimewa

Adapun moderator dalam acara ini ialah Muhammad Ibrahim Hamdani, S.I.P., M.Si., yang juga Deputi Direktur Bidang Kajian dan Kerja Sama Muslim Youth Forum on International Issues (MYFII).

Sejumlah pokok masalah dibahas dalam seminar ini, antara lain kebiasaan merokok di Indonesia yang jumlahnya besar, kasus gizi buruk atau stunting di Indonesia yang cukup mengkhawatirkan, penyakit musiman demam berdarah yang disebabkan oleh nyamuk Aedes Aegepty, dan kerja sama strategis antara BPJS Kesehatan dan DMI dalam membentuk kader-kader penggerak hidup bersih dan sehat berbasis masjid.

Dibahas pula masalah kebijakan publik pemerintah terhadap tanggung jawab kesehatan masyarakat. Antara lain Kartu Indonesia Sehat (KIS) dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)-KIS, penerapan program Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) di rumah sakit dan pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) serta perbandingan antara tanggung jawab kesehatan di Indonesia dengan negara-negara welfare state atau negara kesejahteraan lainnya.

Sebagai negara berpendusuk Muslim terbesar di dunia (lebih dari 87 persen penduduk) sekaligus pemilik masjid dan musholla terbanyak di dunia, (lebih dari 800 ribu bangunan), maka pengurus masjid memiliki peran penting dalam mewujudkan masyarakat Indonesia yang sehat lahir batin. Para Imam, khatib, da’i, dan marbot masjid harus hidup sehat agar dapat membina keimanan dan ketakwaan masyarakat Muslim Indonesia dengan baik dan benar.

‘Men sana in corporeo sano’ di dalam tubuh yang sehat, terdapat jiwa yang kuat. Mustahil Indonesia menjadi negara kuat jika mayoritas rakyatnya sering mengalami penyakit menular dan berbahaya. Allah SWT lebkh mencintai Muslim yang kuat dan sehat daripada Muslim yang lemah dan sakit.

Penulis: Kris Rahmatiasina