Sambut Imlek, PITI DKI Jakarta Syahadatkan Wanita Tionghoa

Foto: Inspiratormedia.id

“Kita sudah menjadi umat Islam wajib mengikuti maupun melaksanakan perintah Allah SWT”

JAKARTA (Inspiratormedia.id) – Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) DPW DKI Jakarta Raya dan Yayasan Pembina Mualaf AMOI mengadakan pengajian bulanan sekaligus menyambut perayaan Imlek di rumah Ketua DPW PITI DKI Jakarta di Jl. Kebon Nanas Selatan, Cipinang Cempedak, Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu (10/2/19).

Dalam kesempatan itu PITI DKI Jakarta dan Yayasan Pembina Mualaf AMOI Jakarta memberikan angpau dan santunan kepada 40 orang anak yatim dan mualaf serta menerima seorang mualaf sebagai anggota baru komunitas tersebut.

Ketua DPW PITI DKI Jakarta, H. Denny Sanusi dalam kesempatan tersebut menyambut niat baik Angelina berganti nama muslimnya Mariyam (20). Warga Kota Bekasi ini menyatakan masuk Islam dan disetujui oleh Ayahnya walaupun masih menganut Konghucu.

Pembacaan syahadat Angelina dibimbing langsung oleh Syekh Basheer Yahya Alauj, seorang tamu kehormatan dari Arab Saudi dan disaksikan puluhan hadirin di antaranya Ketua PITI Jakarta Timur H. Sammy Farid Massie.

Foto: Prosesi syahadat oleh Angelina (Inspiratormedia.id)

“Melalui pertemuan dan pengajian rutin ini, kita harapkan semua mualaf anggota PITI semakin kuat iman, Islam dan selalu istiqomah dalam dakwah dibawah kepengurusan PITI DKI Jakarta ini,” kata H. Denny Sanusi.

Turut hadir pula saat prosesi pengislaman Angelina diantaranya, Kepala BAZIS Jakarta Timur Drs. Dwi Busara, pengurus PITI Jakarta Barat H. Ahmad Sugiarto dan para tokoh masyarakat sekitarnya.

Ustadz Fefen Efendi dalam tausiahnya mengajak warga muslim Tionghoa untuk terus meningkatkan ilmu agamanya untuk diamalkan.

“Diharapkan kepada semua mualaf untuk menjaga iman , islamnya dan menjaga tali silaturahmi serta berbaur bersama masyarakat muslim lainnya di lingkungan tempat tinggalnya masing-masing,” ujar Ustadz Fefen.

Lanjutnya, ia menegaskan bahwa menyambut Imlek bukanlah ritual agama melainkan hanya tradisi budaya biasa saja seperti yang dilaksanakan masyarakat di Indonesia, contohnya di pulau Jawa adanya menyambut satu syuro dengan ritual mengarak gunungan lanang dan wadon.

Kemudian Ustadz Fefen Efendi mengutip hadits, Rasulullah bersabda; “Barang siapa yang tidak peduli dengan urusan umat Islam, maka dia bukan dari golongan kita.”

“Hadits ini menjelaskan kepada kita sebagai seorang muslim bahwa apabila kita sudah melaksanakan Islam dengan dasar ilmu dan berahklak Islami, maka harus sangat peduli dengan urusan umat Islam dan apabila tidak kita dicap tidak termasuk golongan umat Rasulullah SAW,” imbuhnya.

“Kita sudah menjadi umat Islam wajib mengikuti maupun melaksanakan perintah Allah SWT, apa yang telah diajarkan Rasullullah SAW kepada kita,” pungkasnya.

Penulis: Ichsan