Ayah Kandung Pelaku Seksual Terancam Hukuman 20 Tahun Penjara

Foto: Arist Merdeka Sirait

“Mendorong agar tidak ragu-ragu menerapkan atau mengenakan ketentuan UU RI Nomor 17 Tahun 2016 sebagai tindakan kejahatan luar biasa”

JAKARTA (Inspiratormedia.id) – Sesuai dengan ketentuan UU RI No. 35 tahun 2014 tetang perubahan kedua atas UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak junto UU RI No. 17 Tahun 2016 tentang penerapan PERPU No. 01 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, S (52) warga desa Sukajaya, Kecamatan Sukabumi terduga pelaku kejahatan seksual terhadap putri kandungnya sebut saja M (8) terancam hukuman pidada 20 tahun penjara.

Perbuatan bejat S sekaku ayah kandungĀ  terhadap putri kandungnya dilihat dari sosial, agama apa lagi maupun hukum perbuatan S tidak bisa ditolerir lagi. Dengan demikian Komnas Perlindungan Anak sebagai lembaga yang diberikan mandat, tugas dan fungsi untuk memberikan pembelaan dan perlindungan Anak di Indonesia mengapresiasi Polres Sukabumi yang cepat tanggap atas peristiwa ini.

“Mendorong agar tidak ragu-ragu menerapkan atau mengenakan ketentuan UU RI Nomor 17 Tahun 2016 sebagai tindakan kejahatan luar biasa sehingga Jaksa Penuntut Umum (JPU) dapat mengenakan atau menyusun tuntutan hukum secara adil dan maksimal,” demikian disampaikan Arist Merdeka Sirait Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak dari kantornya dibilangan Pasar Rebo Jakarta Timur kepada media, Kamis (13/06).

Arist juga mendesak jajaran pemerintahan Kabupaten Sukabumi khususnya Dinas PPPA untuk tak henti-hentinya mensosialisasikan dan mengkampanyekan gerakan memutus mata rantai kekerasan terhadap anak melalui Gerakan Perlindungan Anak se Kampung.

Gerakan ini diharapkan dapat menggerakan partisipasi masyarakat untuk melawan segala bentuk kekerasan terhadap anak diwilayah hukum Sukabumi.

Penulis: Triyadi Bayu Sakti