Kolaborasi BUMN Layanan Masyarakat Menyongsong Idul Fitri 2019

Foto: Inspiratormedia.id

“Upaya-upaya yang dilakukan saat ini kita memastikan unit pembangkit dan penguatan jaringan dan distribusi”

JAKARTA (Inspiratormedia.id) – Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), resmi bentuk Pos Komando Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral, guna menjamin agar ketersediaan minyak, gas, listrik dan bencana geologis tetap aman selama Idul Fitri 2019.

Anggota Komite BPH Migas, Sumihar Panjaitan menyampaikan, seluruh sektor pada dasarnya siap untuk memenuhi kebutuhan energi rumah tangga masyarakat Indonesia selama periode Idul Fitri. Namun, pos ini dibentuk untuk mengantisipasi kelangkaan atau kejadian yang tidak terduga.

“Pos-pos mudik ini kepentingan bersama dalam pelayanan ke masyarakat dan tidak hanya di Jawa, tetapi dari Sumatra ke Papua. Kita harus mempersiapkan semua kesiapsiagaan, sehingga tidak ada kelangkaan,” kata dia saat konferensi pers di kantornya, Jakarta, Selasa (14/5).

Posko ini juga melibatkan kepolisian, kementerian perhubungan, serta kementerian PUPR dan berlangsung selama 30 hari sejak tanggal 21 Mei hingga 19 Juni 2019.

“Untuk di pulau Jawa, kita sudah tersedia sarana jalan tol, tapi itu beberapa alternatif, ada jalur selatan ada jalur utara itu kita siapkan SPBU nya. Demikian juga di daerah-daerah lain dan kita juga memprioritaskan daerah-daerah wisata sehingga tidak terjadi kelangkaan di tempat wisata,” ujarnya.

Berdasarkan data, jumlah SPBU di jalur pantura ada 257, kemudian di jalur tol Jawa ada 40. Sementara itu di jalur Pansela ada 519 SPBU dan di sumatera tersedia sebanyak 437 SPBU.

Hingga kini stok bahan bakar masih terjaga yakni Premium dengan 1.118.277 kiloliter dengan ketahanan 21 hari, Pertalite 1.103.505 kiloliter atau 21 hari, Pertamax dan Akra 92 dengan 909.992 kiloliter dengan ketahanan 22 hari.

Kemudian untuk tipe Turbo sebanyak 34.585 kiloliter atau 58 hari, Solar dan Akrasol 2.104.331 kiloliter 26 hari, Dexlite 45.305 kiloliter 27 hari, Dex 36.437 kiloliter atau 35 hari, Minyak Tanah 108.863 kiloliter atau 69 hari, LPG 369.058 metrik ton atau 27 hari dan Avtur 615.512 kiloliter atau 48 hari.

Sementara itu, Sekretaris Ditjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Munir Ahmad mengatakan, PLN akan terus melakukan dan meningkatkan pemantauan di seluruh wilayah di Indonesia. Selain itu, perusahaan pelat merah ini juga disebutkan akan mendirikan posko-posko untuk menerima keluhan masyarakat.

“Upaya-upaya yang dilakukan saat ini kita memastikan unit pembangkit dan penguatan jaringan dan distribusi,” kata Munir.

Selain itu, distribusi listrik juga akan diprioritaskan di tempat-tempat ibadah serta fasilitas umum lainnya yang berkaitan dengan kegiatan mudik masyasrakat.

“Menjaga kontinuitas pasokan khususnya di tempat ibadah kalau di Jakarta di Istiqlal, kemudian bandara, pelabuhan, stasiuan kereta api. Kalau jalan-jalan nasional, khususnya di jalan tol untuk SPBU dan rest area,” ujarnya.

Dilihat dari pengalaman sebelumnya, kebutuhan akan listrik mengalami penurunan selama periode tersebut. Sebab, banyak industri yang mengkonsumsi listrik dalam jumlah cukup besar pada periode libur dan tidak melakukan produksi.

“Di luar Jawa biasanya turun 2 – 47 persen, pulau Jawa turun cukup signifikan 33 sampai 55 persen,” tutup beliau.

Acara ini turut dihadiri narasumber ‘Posko Nasional ESDM’ Kasbani, Kepala PVMBG Badan Geologi, Munir Ahmad, Sekretaris Ditjen Ketenagalistrikan, Sumihar Panjaitan, Komite BPH Migas, Patuan Alfon S, Direktur BBM BPH Migas, Agus Taufik, Manager PSO Fuel Retail PT. Pertamina, Firman, Marketing Support PT. Pertamina.

Penulis: Demosz