Yayasan Amanah Kita Resmi Umumkan Rencana Pembangunan “Taman Miniatur 99 Masjid Dunia”

Foto: Istimewa

“Adanya gedung-gedung yang beragam aktifitas Islami akan diwujudkan dalam satu paket religi dan kebudayaan”

JAKARTA (Inspiratormedia.id) – Indonesia sebagai negara dengan populasi Islam terbesar di dunia, sudah saatnya memiliki satu ikon Islam yang bersifat pemersatu dan global. Untuk itu tidaklah berlebihan jika sebagai bangsa besar yang memiliki kekuatan nilai-nilai Islam moderat dan kearifan lokal, turut serta dalam melestarikan budaya Islam se dunia, agar kelak dapat diwariskan kepada generasi mendatang.

“Oleh sebab itu ijinkan kami dengan penuh khidmat dan suka cita untuk memperkenalkan rencana pembangunan Taman Miniatur 99 Masjid Dunia (TM99MD) berlokasi di Kabupaten Bogor,” jelas Ketua Umum Yayasan Amanah Kita Hartono Limin saat buka puasa bersama, di Kantor Yayasan Amanah kita, Jl. Gandaria Tengah III Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Rabu (15/5).

Lanjutnya, insya Allah akan dimulai dengan pembangunan tahap awal, berupa pembangunan 99 Miniatur Masjid dari 86 negara.

Turut hadir dalam acara tersebut yakni Ketua Harian Yayasan Amanah Kita, Prof. Dr. Achmad Mubarok, MA serta Ketua Bidang Hukum dan Humas Yayasan Amanah Kita, Prof.Dr. Muhammad Baharun, SH, MA yang sekaligus juga menyaksikan presentasi dan tayangan rencana Pembangunan Taman Miniatur 99 Masjid Dunia diatas lahan 215 hektar yang berlokasi di Kabupaten Bogor Jawa Barat.

Selanjutnya, Hartono Limin, mengatakan sebagai satu kekuatan masa depan, kaum muda perlu sekali mengetahui sejarah dan perkembangan Islam di dunia.

Pembentukan wadah untuk pelestarian sejarah skala internasional, dan sekaligus pusat interaksi umat Islam sedunia, melalui budaya sebagai media adalah cara yang tepat dan santun.

Foto: Istimewa

“Adapun arsitektur, ornamen dan kaligrafi dari 99 Masjid yang ada, akan divisualisasikan dalam bentuk minatur secara presisi dan proposional,” ungkapnya.

Nantinya pada setiap halaman Miniatur Masjid akan didapati sajian atraksi budaya, busana, kuliner dan cenderamata tradisional dari negara yang bersangkutan.

Selain itu akan dilengkapi pula dengan keberadaan Universitas Islam Internasional, Rumah Sehat, Museum Al-Qur’an, Perpustakan, desa adat Sunda dan fasilitas pendukung lainnya.

“Adanya gedung-gedung yang beragam aktifitas Islami akan diwujudkan dalam satu paket religi dan kebudayaan, kelak tidak hanya kaum muslim yang berkunjung ke tempat ini, akan tetapi Non-muslim pun dapat menikmati keindahan dari perpaduan unik yang terkumpul disatu area (Konsep Rahmatan Lil Alamin),” ujar Hartono Limin.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa bangunan yang pertama kali didirikan adalah Padepokan yang berfungsi sebagai pusat kegiatan sekaligus berisi maket dari seluruh bangunan yang ada dalam taman itu.

“Akhirnya doa dan partisipasi anda semua kami tunggu. Insya Allah manfaatnya akan kembali kepada kita semua, kini dan juga untuk generasi mendatang. Keinginan luhur kita Insya Allah akan menjadi infrastruktur datangnya berkah dan rahmat Allah SWT,” katanya.

Sementara itu, Ketua Harian Prof. Dr. Achmad Mubarok, MA menjelaskan bahwa dewasa ini dunia sedang dilanda krisis. Terorisme melanda seluruh benua, kejahatan krach putih terungkap dimana-mana.

Konflik antar Negara berlangsung terbuka, krisis ekonomi melanda banyak Negara, ketidak adilan global berlangsung telanjang bulat, dominasi si kuat atas si lemah berlangsung dimana-mana, perilaku menyimpang bermunculan di berbagai lapisan dan kepengapan psikologis melanda berbagai kawasan.

Foto: Istimewa

“Semestinya kemajuan IPTEK meningkatkan martabat kehidupan umat manusia, tetapi teknologi modern justru sering digunakan untuk menopang kejahatan,” jelasnya.

Menurutnya, Pemimpin Agama mestinya bersuara lantang mengerem dekadensi moral masyarakat, tetapi kini nampaknya moralitas Agama formal mengalami kemandulan. Dibutuhkan pendekatan universal untuk menembus kebutuhan.

Indonesia sebagai Negara dengan mayoritas muslim terbesar yang memiliki keragaman budaya berpeluang mengedepankan gagasan mengurai kebuntuan global dengan pendekatan universal.

“Maka dengan gagasan membuat Taman Miniatur 99 Masjid Dunia sebagai taman wisata religi dengan semangat Walyatalathtaf diharap dapat menjadi pusta interkasi dunia dengan nuansa wisata,” ucapnya.

Ia juga mengutarakan bahwa dalam taman wisata, seluruh manusia dari berbagai latar belakang dapat menikmati kebersamaan. Dalam konsep Islam seperti yang tersebut dalam Al-Qur’an, wisatawan disandingkan bersamaan dengan semangat spiritualitas dan religiusitas, “Atta-ibuna al’abiduna alhamiduna assa-ihuna arraki’una assajiduna al amiruna bilma’ruufi wannahuna ‘an almunkari walhafizhuna lihududillaah”. (Q.S At-Taubah 9:112).

Dalam nuansa wisata, perbedaan yang sesungguhnya merupakan wujud rahmat Tuhan bisa disikapi dengan pendekatan psikologi : yaitu (a) penuh perhatian kepada yang berbeda (b) semangat memberi kepada yang berbeda (c) memaklumi kekurangan orang yang berbeda, dan (d) memaafkan kesalahan orang yang berbeda.

“Maka dengan demikian maka perbedaan justru akan memperluas ruang pergaulan umat manusia,” tandasnya.

Penulis: Ichsan