Wacana Menteri KKP Buka Keran Ekspor Lobster Terlalu Tergesa-gesa

Foto: Istimewa

“Point penting kami secara kelembagaan adalah meminta Menteri Edhy Prabowo lebih memperhatikan keberlanjutan lingkungan”

Oleh: Dian Sandi Utama (Ketua Umum Blue Green Indonesia)

(Inspiratormedia.id) – Wacana Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo membuka kembali keran ekspor benih lobster dan mencabut Peraturan Menteri KP Nomor 56/2016 tentang Larangan Penangkapan dan/atau Pengeluaran Lobster (Panulirus Spp.), Kepiting (Scylla Spp.), dan Rajungan (Portunus Spp.) dari Wilayah Republik Indonesia menurut kami itu terlalu tergesa-gesa.

Semestinya Edhy Prabowo memperbanyak dulu kunjungan ke beberapa daerah, menemui para nelayan dan masyarakat yang bergerak dibidang budidaya agar apa yang akan diwacanakannya tidak menjadi kontroversi seperti sekarang ini.

Wacana keputusan ini sangat jauh dari ekspektasi kami terhadap Pak Edhy sebenarnya, dimana Pak Edhy jika merepresentasikan Prabowo-isme, beliau dalam setiap pidatonya selalu bicara tentang kedaulatan dan ekonomi Negara (kebocoran anggaran).

Mengirim Benih Lobster ini bagi kami bertentangan dengan itu, tapi jika bicara ekonomi untuk meningkatkan pendapatan Nasional adalah dengan mendukung penuh budidaya dalam negeri.

Alangkah baiknya jika aturan itu dipertahankan, sembari Kementrian mendorong  tumbuhnya percepatan industri budidaya dalam negeri.

Kementrian Kelautan Dan Perikanan menyelenggarakan penguatan kapasitas lewat pelatihan-pelatihan, memikirkan inovasi dan teknologinya karena itu langkah hulu yang kita butuhkan saat ini.

Sehingga nelayan menangkap benih untuk dijual dalam negeri dan lobster besar bisa diekspor nantinya, baik hasil tangkapan maupun dari pembudi-daya.

Selain itu, kami juga tidak habis fikir ketika beliau menyampaikan, bahwa “Alasan lingkungan, tapi menghambat kemajuan”. Padahal sejatinya kemajuan bisa ditempuh lewat berbagai inovasi dan tidak serta merta meninggalkan lingkungan. Jika induknya ditangkap, benihnya di ekploitasi, apa tidak punah nanti lobster kita?

Point penting kami secara kelembagaan adalah meminta Menteri Edhy Prabowo lebih memperhatikan keberlanjutan lingkungan. Jangan karena arah politik berganti, maka semua yang sudah baik-pun akan diganti. 

Indra J Piliang Selaku Pembina Blue Green Indonesia: Vietnam adalah Negara eksportif lobster yang lebih besar dari Indonesia. Industri budidaya mereka jauh lebih maju tapi mereka tidak punya benihnya.

Lebih baik KKP Transfer pengetahuan tentang budidaya Lobster, training dan studi banding bukan malah memilih jalan pintas. Jangan ulangi kegagalan energi kita, gara-gara ekspor produk mentah seperti nikel, batubara dll tapi import kembai setelah jadi. Larangan eksport sudah tepat!.

Edt: Redaksi (AN)