Senjata Pamungkas Rezim Dalam Membungkam Lawan Politiknya

Foto: Ilustrasi (ist)

“Semua fitnah atau tuduhan itu sama yaitu untuk menakut-nakuti dan melemahkan lawan politiknya “

JAKARTA (Inspiratormedia.id) – Mantan Menteri di Kabinet Pembangunan VII, Fuad Bawazier mengatakan, setiap rezim di Indonesia biasanya punya senjata “pamungkas“ yang berbeda beda untuk membungkam atau melemahkan lawan-lawan politiknya.

“Semasa Presiden Soekarno dengan tuduhan (fitnah) anti revolusi, kontra revolusi. Ini tentu berbeda dengan tuduhan yang bukan fitnah seperti ketika penumpasan berbagai pemberontakan,” kata Fuad kepada inspiratormedia.id, melalui keterangan tertulis, Senin (2/12).

Dia melanjutkan, tuduhan yang fitnah itu tidak selalu dari sang Presiden tetapi bisa jadi dari yang dekat dengan sang Presiden misalnya PKI atau tokoh sekitar Presiden Soekarno seperti Dr. Subandrio.

Semasa Presiden Soeharto, kata Fuad, dengan tuduhan (fitnah) subversi dan atau anti Pancasila. Fitnah juga umumnya dari organisasi atau tokoh yang dekat dengan Presiden Soeharto. Ini berbeda dengan tuduhan yang bukan fitnah seperti penumpasan kekejaman G30S/PKI.

“Sekarang pun dengan tuduhan yang umumnya juga tidak berdasar seperti radikal, intoleran, makar dan sebagainya. Fitnah-fitnah ini juga mengganggu perkembangan demokrasi,” tegasnya.

Dia menambahkan, semua fitnah atau tuduhan itu sama yaitu untuk menakut-nakuti dan melemahkan lawan politiknya yang umumnya adalah umat Islam (mayoritas).

“Karena mayoritas Itulah maka  umumnya berakhir dengan gagal atau kegagalan rezim. Begitulah roda kekuasaan berputar dan bergilir. Tidak ada yang abadi. Makanya sebaik-baik manusia adalah yang eling lan waspodo,” pungkas Fuad.

Penulis: Soehartanto
Edt: Redaksi (ZS)