Ical Syamsudin Siap Berikan Warna Baru Jelang Muswil PBB DKI Jakarta

Foto: Dok. Ical Syamsudin

“Spirit kepemimpinannya dilandasi oleh niat yang tulus atas izin dan ridhonya dibawah naungan Maghfiroh Allah Azza wa Jalla”

JAKARTA (Inspiratormedia.id) – Tokoh muda satu ini sangat sederhana dan tidak neko-neko, dirinya adalah pegiat warta juga seorang demonstran jalanan yang saat ini tengah berproses menuju DKI 1 (satu) melalui kendaraan politik partai besutan Datuk Maharajo Palinduang, Prof Yusril Ihza Mahendra.

Sosok Ical Syamsudin di dalam beragam pergerakan prinsipnya sangat tidak diragukan lagi. Dia cukup dikenal di kalangan aktivis pergerakan anti kemapanan dan kerap melakukan perlawanan tirani yang tidak pro rakyat bahkan dirinya sangat sensitif terhadap persoalan-persoalan sosial.

Foto: Dok. Ical Syamsudin

Ical yang juga seorang aktivis pegiat anti korupsi bertekad untuk mengaplikasikan visi-nya dan berupaya mewujudkan pemerataan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat serta kerja keras demi tegaknya keadilan yang hakiki ditengah masyarakat melalui kendaraan partai politik lewat Partai Bulan Bintang (PBB) yang tengah ia perankan.

Spirit kepemimpinannya dilandasi oleh niat yang tulus atas izin dan ridhonya dibawah naungan Maghfiroh Allah Azza wa Jalla.

Foto: Dok. Ical Syamsudin

Atas kepentingannya itulah pria yang sempat mengeyam pendidikan di Insitut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) ini berniat maju bertarung merebut kursi DPW PBB DKI Jakarta. Sadar atas adagium “tiada artinya sejuta massa bila dibandingkan dengan segenggam kekuasaan” maka kepastiannya maju sebagai salah satu kandidat partai besutan Prof Yusril Ihza Mahendra tersebut.

Secara majas menurut Ical, Jakarta adalah metafora, komputer yang mampu mengutak-atik angka-angka nasib dan memutar nasib angka-angka untuk mewujudkan segudang harapan dan perubahan nasib jutaan banyak orang yang terwakilkan (representatif) haknya melalui wakil rakyatnya.

Foto: Dok. Ical Syamsudin

Bahkan, Jakarta adalah barometer serta mercusuarnya visi nasional. Filosofis yang mendorong spirit Ical, “bila hendak menguasai Indonesia, maka diawali dengan semangat harapan merebut Jakarta yang notabene adalah Ibukota negara, simbol kejayaan dan imperium kekuasaan”.

Dengan latar belakang pendidikan baik formal maupun informal, pria yang juga romantis dan dekat dengan keluarga ini merasa memiliki kompetensi untuk bisa membawa kepentingan politik Partai Bulan Bintang ke depannya lebih unggul dan berkualitas, bersaing positif dengan partai-partai peserta pemilu lainnya. Hingga mampu meraih terwujudnya impian dan harapan warga Jakarta yang adil makmur “gemah ripah lohjinawi toto tenttem kerto raharjo”.

Foto: Ical bersama putra Prof Yusril Ihza Mahendra, Yuri Kemal Fadlullah saat sosialisasi Pileg 2019 kemarin

Sebagai aktivis jalanan Ical merasa terpanggil dan siap untuk menerima resiko sebuah pertarungaan baik sebagai pemenang atau jadi pihak yang kalah selama kompetisi itu ada dalam koridor kejujuran.

Karena itu ketika terlibat pertarungan, siapa pun mempunyai reaksi yang berbeda-beda dan tentunya pria berdarah Sunda (Banten) ini menyadari bahwa apa yang diketahui tentang pertarungan didepan akan sangat panjang. Tetapi selalu ingat bahwa rintangan apa pun yang ada di jalan, tidak ada yang dapat menghalangi jalan atas jutaan orang yang menyuarakan perubahan itu.

Edt: redaksi inspiratormedia.id