Menyongsong Era Industri 4.0, Pemerintah Siapkan SDM yang Kompeten

Foto: Istimewa

“Pembangunan bandara seperti di Pulau Miangas dan Rote untuk memastikan persatuan Indonesia”

JAKARTA (Inspiratormedia.id) – Era industri 4.0 merupakan keharusan yang tidak bisa ditawar lagi. Pemerintah dibawah kepemimpinan Joko Widodo sedang menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menciptakan teknologi, industri baru dan strategi khusus menghadapinya.

Menjawab tantangan digitalisasi tersebut, Forum Komunikasi Relawan Jokowi (FKRJ), menggelar Diskusi Publik dengan tema, Tantangan Kebangsaan Menghadapi Era Industri 4.0, di Jakarta, Kamis (25/7).

Ketua FKRJ, Roni Rosa mengatakan, tujuan diskusi tersebut untuk mendalami visi Indonesia menyongsong Era Industri 4.0, agar masyarakat dapat memahami, mengawal dan mengkritisi sejauh mana implementasi dari visi Indonesia di Pemerintahan Joko Widodo selama 5 tahun kedepan.

“Semoga dengan adanya diskusi publik ini menghasilkan masukan masukan yang positif bagi Pemerintah baru Jokowi – Ma’aruf Amin, demi terciptanya SDM berkarakter Nusantara di era 4.0,” harapnya.

FKRJ, Roni menambahkan, terhimpun dari pendukung relawan Joko Widodo yang terlibat aktif dalam pemenangan Joko Widodo, sejak tahun 2014, hingga saat ini.

Hadir dalam diskusi Mentri Perhubungan RI, Ir Budi Karya Sumadi yang membawakan materi tentang konektivitas Nasional sebagai landasan keadilan, pemerataan dan persatuan Indonesia.

Sementara itu, Deputi IV, Kantor Staff Kepresidenan, Eko Sulistyo, tantangan Kebangsaan pasca Pilpres 2019, dan nilai nilai Kebhinekaan, serta Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan, Poempida Hidayatulloh, yang membawakan materi tentang Pengembangan SDM berkarakter Nusantara dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0.

Jakarta Dalam menghadapi era industri 4.0 Kementerian Perhubungan turut mendorong kemajuan pendidikan bagi pengembangan SDM transportasi.

“Kita sudah menyiapkan platform pendidikan di industri aviasi, maritim, perkeretaapian, juga moda darat. Memang blm maksimal, namun kami tetap menentukan prioritas,” demikian disampaikan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat menjadi narasumber Diskusi Publik Tantangan Kebangsaan Menghadapi Era Industri 4.0 diJakarta, Kamis (25/7).

Menhub Budi mengatakan Kementerian Perhubungan diberi amanah sesuai Nawacita untuk melaksanakan konektivitas, menghubungkan satu daerah ke daerah Iain dengan Iandasan keadilan, pemerataan, dan persatuan Indonesia.

“Indonesia diharapkan menjadi negara adidaya pada tahun 2045 atau usia 100 tahun kemerdekaan. Oleh itu, pemerintah melakukan empat upaya mewujudkannya yaitu melanjutkan pembangunan infrastruktur, pariwisata, pertanian, membangun sumber daya nanusia berkualitas. mengundang investasi seluasnya, dan melakukan reformasi birokrasi,” jelas Menhub Budi.

Menhub Budi menjelaskan kemajuan angkutan massal pada negara maju merupakan tulang punggung perekonomian. Di daerah perkotaan, angkutan massal seperti MRT, LRT, dan kereta menjadi tulang punggung konektivitas.

“Untuk konteks nasional transportasi merupakan upaya memperkuat logistik nasional sehingga dari wilayah barat ke timur telah dibuat identifikasi masalah untuk mengurangi disparitas harga melalui tol Iaut,” kata Menhub.

Ia melanjutkan tugas Kemenhub mengurangi disparitas harga agar terwujud keadilan sosial juga diwujudkan melalui tol udara. “Di timur Indonesia seperti SuIawesi dan Papua telah dibangun pe|abuhan untuk konektivitas mewujudkan konektivitas. Pembangunan bandara seperti di Pulau Miangas dan Rote untuk memastikan persatuan Indonesia sehingga mereka bisa merasakan kemudahan seperti penduduk di pulau Jawa,” tutup Menhub.

Dalam diskusi publik tersebut Menhub Budi memaparkan materi tentang Konektivitas Nasional Sebagai Landasan Keadilan, Pemerataan, dan Keadilan sosial.

Diskusi juga menampilkan Poempida Hidayatullah Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan dan Eko Sulistyo Deputi 4 Kepala Staf Presiden.

Penulis: Eddy SR