Polres Metro Jakut Ungkap Pabrik Ponsel Ilegal

Foto: Polres Jakarta Utara Ungkap Pabrik Ponsel Ilegal (ist)

“Diketahui, izin usaha adalah menjual aksesoris telepon seluler. Namun, pada kenyataannya mereka menjual ponsel ilegal”

JAKARTA (Inspiratormedia.id) – Polres Metro Jakarta Utara mengungkap pabrik ponsel ilegal berkedok jual beli aksesoris ponsel di Ruko Toho, Penjaringan, Jakarta Utara, beberapa waktu lalu, Senin (2/12/2019).

Pengungkapan berawal saat warga melaporkan adanya aktivitas bongkar muat ponsel di area ruko 2 pekan lalu. Warga curiga, ruko tak besar itu aktif mengirimkan barang dalam jumlah cukup banyak.

“Jadi awal mula penangkapan adalah adanya laporan dari masyarakat yang menyampaikan laporan aktivitas bongkar muat (ponsel) yang cukup aktif,” ujar Kapolres Jakarta Utara Kombes Budhi Herdi Susianto di lokasi, Senin (2/12/2019).

Setelah ditelusuri, polisi menemukan adanya ruangan rahasia untuk merakit ponsel tersebut. Lebih dalam, ternyata izin usaha yang digunakan juga berbeda dengan aktivitas sebenarnya.

Diketahui, izin usaha adalah menjual aksesoris telepon seluler. Namun, pada kenyataannya mereka menjual ponsel ilegal.

“Setelah kami lakukan penggeledahan ternyata betul bahwa ada aktivitas perakitan HP dan setelah kami cek perizinannya, ternyata yang bersangkutan tidak memiliki izin postel,” ungkap Budhi.

“Kemudian yang bersangkutan juga dalam proses pekerjaannya memperkerjakan anak di bawah umur sebanyak 3 orang. Kemudian izin usahanya juga tidak sesuai,” tambah Budhi.

Modus yang digunakan tersangka ada dua cara. Pertama, mengimpor spare part ponsel secara terpisah dan dirakit di kantornya. Lalu, barang yang sudah siap dijual di pasaran.

Modus lainnya yakni impor ponsel langsung dari negara China. Impor ini ilegal karena izin usaha tersangka tidak sesuai dengan kegiatan usahanya. HP mereka ini kerap disebut pasar dengan istilah HP China.

“Karena tidak ada uji spek ataupun izin Postel, efeknya, akibatnya di lapangan, kita bisa memprediksikan bahwa handphone ini mudah rusak, bahkan bisa terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan,” pungkasnya.

Penulis: Soehartanto
Edt: Redaksi (ZS)
Sumber: kumparan.com